Selasa ini akan segera berganti Rabu. Aku mencoba mengevaluasi apa yang telah kukerjakan sepanjang hari ini. Banyak hal-hal yang terjadi di luar harapan. Beberapa rencana yang dibuat batal dikerjakan. Call dan sms penting tidak diangkat dan dibalas oleh lawan-lawan bicara. Kalo dirasa-rasain, kejadian-kejadian ga enak ini seperti sambung menyambung. Alhasil, akupun jadi agak sensitif. Rasanya dunia memusuhiku. Kemudian teringat kata-kata orang tua yang mengatakan sebaiknya jangan berurusan di hari Selasa. Hal yang tidak masuk akal bagiku. Tapi kata-kata itu seakan-akan “dibuktikan” oleh kejadian hari ini.

Teh Manis pagi dini hari tadi mengejutkanku. Katanya si kecil sudah punya jiwa sekarang. Kaget, tapi bagaimanapun sangat membahagiakan. Aku bisikkan selamat datang padanya. Fase kehidupan barunya di alam rahim telah dimulai. Semoga lahir ke dunia dengan sehat dan kelak menjadi orang yang berguna. Kalau mengingat ini, harusnya Selasa ini adalah hari bagus. Tapi balik lagi, kenapa yang berlaku tidak sesuai dengan yang diharapkan. Akhirnya, kucoba mengambil hikmah dari semua ini. Setelah merenung, kesimpulannya mungkin ini adalah ujian kesabaran bagiku. Si kecil mungkin ingin berharap nanti akan menemui papanya yang bukan hanya penyayang tapi juga penyabar. Insya Allah. (Air Putih)